Langsung ke konten utama

Postingan

Preloved Stuff : Fenomena Ekonomi Kreatif Mahasiswa Masa Kini

1st Winner Essay Competition DEMA FEBI IAIN SURAKARTA 2017  Preloved Stuff : Fenomena Ekonomi Kreatif Mahasiswa Masa Kini Perkembangan globalisasi menghantarkan kita menuju sesuatu yang tak berbatas. Kecepatan informasi dan pengetahuan memboyong sebuah efek positif dan negatif. Kegiatan positif dapat membantu kita mudah memaksimalkan tugas kita apalagi seorang mahasiswa. Kita tidak perlu susah mencari banyak sumber referensi. Dampak negatif juga menyergap kita. Kecepatan informasi memberi efek cepatnya masuk iklan ke dalam genggaman tangan-tangan kita. Iklan yang sekarang lebih variatif bentuknya menimbulkan dampak konsumtif. Pendapat tersebut diakui oleh Karmila Emy sebagai financial consultant at AXA Financial, bahwa keberadaan teknologi yang maju berimpikasi pada tingkat daya beli masyarakat (Emy, 2016) . Tingkat komsumsi masyarakat Indonesia berada di beragam sektor, baik makanan, fashion, gadget, otomotif dan hingga barang tersier lainnya. Pelaku gaya hidup ko...

FATHI KEDUA : Sebuah Jawaban Kemenangan (2)

...... untuk sebuah kemenangan yang tertunda Nata sudah tiba dua hari lalu di London. Ia masih harus bergolek lemas di kasur di apartemen tantenya. Nata masih mengajak Vio. Vio dengan cepat mengiyakan ajakan Nata untuk ke London. Kata Vio ‘ taken for granted’ . Tante Nata menyelesaikan S3 dan bekerja di tempat bonafide di london. Menguasai ilmu hukum, bekerja di pengacara internasional membawa angin segar juga bagi Nata sebagai keponakannya. Apartemen sepi, hanya Nata masih dengan pucatnya dan Vio masih bergumul manja di samping Nata karna dingin juga. Nata jetlag setelah perjalanan udara hampir 18 jam. Di luar kamar, tante sudah menyiapkan sarapan untuk Nata dan Vio. International menu , kecuali kecap asli Indonesia. Pukul 08.30, Vio keluar kamar dan mulai menyeruput teh yang sudah dingin.  Nata terhuyung mengikuti Vio. Hari ini Nata harus sembuh. Besok adalah waktu yang sudah ia tunggu sepersekian waktu. Dengan penuh rasa. Dengan segenap hati. Dengan komposisi yang i...

FATHI KEDUA : Sebuah jawaban kemenangan (1)

FATHI KEDUA : Sebuah jawaban kemenangan Saat jumpa tak lagi ada cengkrama. Hanya sebuah kerelaan hati untuk memenangkan Memenangkan perasaan diri sendiri untuk dipahami 23:36 “Nat, uda ya rewelnya. Sekarang aku mau pulang.” – cukup singkat tanpa emoji. Kepulangan Fathi bukan sekedar ia pulang ke rumah dan besok kita akan cepat bertemu lagi di sekolah. Kepulangan itu yang berjarak jauh, ribuan kilo. Bahkan tapal batas ZEE pun jauh. Fathi pulang ke London. Tempat ia harus menyelesaikan master ekonominya. Cukup tetesan mata dan sorot mata redup menjadi jawabanku. Aku tak berani mengiyakan. Namun aku juga tak berdaya menahan. Lelaki yang sudah menjadi separuh nafasku harus melanjutkan perjalanan. Permintaan Fathi sore kemarin menjadi sebuah samsak yang nyata. Bahwa tak pernah ada kata selamanya untuk kehidupan manusia. Ia akan bermobilisasi sesuai zona waktunya. Kapan ia menetap, kapan ia hanya singgah, kapan ia harus pergi lagi. Bahkan kepergian dalam kamus manusia ...

Maksimalisasi Trilogi Lingkungan Pendidikan

Maksimalisasi Trilogi Lingkungan Pendidikan Nominasi Essay Competition FORDISTA IAIN Surakarta 2017 Pendidikan menjadi salah satu pembahasan manusia di kehidupan sehari-hari. Di Indonesia digagas beberapa program kerja untuk memenuhi salah satu cita-cita bangsa Indonesia dalam pembukaan UUD 1945 : mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan pendidikan menurut UU No.20 Tahun 2003 “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu , cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Melihat fenomena sekarang, anak muda yang menjadi refleksi hasil pendidikan ring 1 banyak yang melukai jati diri pendidikan dengan sendirinya. Dalam tribunnews.com edisi Senin, 24 Maret 2014 disebu...

PKI : Hantu Laten Perjuangan

PKI : Hantu Laten Perjuangan 1st winner Essay Competition internal HUMAS KAMMI Al AQSHA 2017  khoirul latifah “Kalau ada anak muda membaca Manifesto Komunis, belajar Marxisme-Leninisme lantas tidak tertarik, maka dia anak muda bebal. Tapi kalau sudah mendalami Marxisme-Leninisme tapi sampai tua tetap Komunis, maka dia sangat-sangat bebal.” -Sayuti Melik- Gorang Gareng, menjadi satu saksi bisu garangnya sebuah gerakan proletar yang disusupi birahi setan. Gerombolan yang membunuh manusia-manusia tak berdosa itu sudah bukan lagi mampu dicap manusia, mungkin sudah setan berkepala manusia. Darah setinggi mata kaki membanjiri Pabrik Gula Rejosari, Magetan, Jawa Timur menghantui masa lalu negeri ini. Lubang Buaya, menjadi saksi keganasan kelompok manusia yang beralibi “sama rata sama rasa”. Tujuh jendral negara disembelih begitu saja dan diceburkan ke dalam sumur tanpa ada rasa rintih perih di sanubari mereka. “Pondok Bobrok, Langgar Bubar, San...

Cintai Indonesia Dengan Langkah Cinta

Cintai Indonesia Dengan Langkah Cinta Finalis Essay Competition TOHA Bookstore Karanganyar  Indonesia dengan segala keunikan budaya, keragaman suku, kekayaan alam dan keheterogenan masyarakatnya terbentuk bukan sehari dua hari saja. Indonesiamu memikul berat penjajahan setidaknya 350 tahun. Selama itu hanya sekedar penjajahan yang terlihat. Saat tahun 1945, diproklamasikannya Indonesia oleh Founding Fathers menandakan Indonesia sudah terjerat dari penjajahan terlihat tersebut. Waktu bergulir hingga saat kutuliskan surat ini untuk anak cucuku kelak. Di usia kemerdekaannya yang lebih dari setengah abad, sejatinya Indonesia masih dalam dekap penjajahan. Hatta sudah terplokamasikan. Indonesia masih hanyut dalam dekapan penjajahan tak terlihat. Penjajahan atas pola pikir yang salah kaprah, budaya hedonis dan destruktif,  kepemilikan aset negara oleh asing baik asing Barat maupun China. Indonesia juga masih terkungkung masalah kependudukan, fenomena bonus demografi t...