Langsung ke konten utama

Aku Mengerti

 [27/12 22.38] 

Tiba tiba bersyukur

Tiba tiba bersabar

Ini semua memang sulit 

Selepas kita menyatakan 

Iya, ayo lagi

Selepas itu dunia berubah

Yang belum berubah rasa egoku

Seakan ini semua adalah hal yang tak sengaja terjadi

Ini bukan inginku, ini bukan cita citaku, ini hanya sesuatu yang tiba tiba terjadi

Hingga suatu pagi di lingkaran itu

Seseorang menyampaikan 

Bahwa sesuatu yang terburuk adalah keakuan-

Di setiap ujung perdebatan kita juga sama

Acap kali pesan terakhirnya adalah 

Bukan ego yang kau sembah. 

Aku pias

Sedang hati remuk redam mengulang ulang lagi pesan itu

Apa aku menyesal?

Tidak.  

Memang aku tak suka, tapi ini jalan yang mungkin memang harus ku titi

Aku tak meminta, ada yang terus tetap di sini menemani 

Jika suatu hari kamu pergi, aku hanya mungkin akan menangis

Bukan untuk selamanya, hanya untuk menenangkan sebentar gemuruh di dada 

Selepasnya aku menghargai, bahwa tak semua orang sanggup membersamai

Orang yang masih belajar padahal usia tak muda muda lagi

Hanya untuk mengurung ego

Melebihkan syukur

Menjembakan sabar 


Aku mengerti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SANG PENANDAI

 Hy, sudah lama ya kita tak berkisah?  Kania makin sibuk aja ya? Tidak papa, memang Kania harus sibuk. Kenapa ? karna tak ada yang lebih melelahkan ketika diam saja tanpa sesuatu yang membuat dirinya pusing tujuh keliling dan berpeluh. Kania sudah menjalani hampir satu semester perkuliahan masternya. Kania apa jadi ke Norwegia seperti angannya ?  Tidak. Kania melanjutkan pengasuhan Langit untuk hari-harinya. Selepas masa masa sulit itu, Kania dengan segala usahanya meyakinkan jalan hidupnya untuk meneruskan pengasuhan Langit dengan penuh kesadaran diri . Kania mendapatkan energinya dari sebuah cerita lama yang diceritakan di novel penulis favoritnya.  Sudah lama, novel itu menjadi penghuni rak bukunya. Ia sudah pernah membacanya di awal waku, namun saat ia membacanya belum ada suatu hikmah yang menyurati dirinya. Ya sekedar membaca saja seperti biasa pengisi waktu senggang. Novel yang menceritakan kisah cinta. Memang, tapi bukan itu highlightnya. Di pembacaan kedua, ...

Apa ini sastra?

Sejak kesuarmu membumbung Aku terusik, Hawar hawar pada mayapada Mengkerutkan beranda senja Aku tersiksa, Pada kerinduan yang menjadi pejal Tersolid pada ambisi dan kecurigaan Aku termangu, Kolase wajahmu terlukis di embun jendela tipis Seakan dekat tapi kau jauh Kala ku dekatkan tangan malah terhapus Aku tercekat, Suaramu tergantung di sela sela guntur Ternyata bukan kedatanganmu Hanya halusinasi telinga yang lama tak mendengar suaramu . . . Aaaaaaaaaaa Hati- Dari sekepal apa sebuah hati itu terbuat? Ia mengeras, melembut, melunak atau membatu tanpa notifikasi Hati bagaikan sebuah pohon Yang menanti siraman Yang menunggu pupukan Dalam sebuah sabda, ia terdefinisikan adalah sebuah genggam darah yang apabila ia baik, maka semua akan baik dan apabila buruk maka keburukan akan berkelindan membelakangi Seperti makhluk, tak ubahnya hati mengekspresikan dirinya dalam bentuk degupan Ia berdegup, kala senang Ia melemah, kala sedih Sedalam dalamnya hati tak ad...

Maksimalisasi Trilogi Lingkungan Pendidikan

Maksimalisasi Trilogi Lingkungan Pendidikan Nominasi Essay Competition FORDISTA IAIN Surakarta 2017 Pendidikan menjadi salah satu pembahasan manusia di kehidupan sehari-hari. Di Indonesia digagas beberapa program kerja untuk memenuhi salah satu cita-cita bangsa Indonesia dalam pembukaan UUD 1945 : mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan pendidikan menurut UU No.20 Tahun 2003 “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu , cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Melihat fenomena sekarang, anak muda yang menjadi refleksi hasil pendidikan ring 1 banyak yang melukai jati diri pendidikan dengan sendirinya. Dalam tribunnews.com edisi Senin, 24 Maret 2014 disebu...