Langsung ke konten utama

Guru Gokil Murid Unyu

Guru Gokil Murid Unyu
Essay Rampai Bidikmisi IAIN Surakarta 2017


oleh
Khoirul Latifah

Melihat dari judulnya, mungkin beberapa akan merasa itu seperti judul sebuah buku. Memang benar, ada sebuah buku dengan judul ‘Guru Gokil Murid Unyu’. Buku hasil karya seorang guru di Jogjakarta yang isinya menginspirasi bagaimana menjadi guru yang kelak akan memanusiakan manusia. Ini bukan maksud akan meresensi buku tersebut, namun hanya mencatut judul yang sama untuk beberapa narasi yang senada dengan apa yang menjadi keresahan pendidikan akhir-akhir ini.
Pendidikan adalah sebuah ihwal penting dalam hajat hidup. Proses pendidikan banyak diyakini menjadi sebuah tangga perubahan sosial secara vertikal. Melalui pendidikan banyak orang yang dari kalangan bawah menjadi orang kalangan atas. Melalui pendidikan orang biasa menjadi orang berada. Maka tak ayal, pendidikan adalah hal penting bagi manusia. Proses pendidikan jugalah yang menjadikan manusia berbeda dengan makhluk lain. Untuk hewan, tidak ada proses pendidikan namun pelatihan. Perbedaan proses pendidikan dan pelatihan adalah pemanfaatan tiga potensi manusia. Pendidikan menggunakan potensi kognitif, afektif dan psikomotorik. Sedangan pelatihan hanya mengedepankan psikomotorik.
Pendidikan di Indonesia diatur dalam undang-undang, karena pendidikan adalah hajat hidup orang banyak. Di Indonesia bahkan diwajibkan Pendidikan 12 tahun. Dalam koordinasinya, dibuatlah Kementerian Pendidikan untuk mengurusi pendidikan sejak TK hingga perguruan tinggi umum, sedangkan pendidikan yang berbasis agama khususnya Islam dinaungin Kementerian Agama. Selama perjalanannya, pendidikan Indonesia sudah memiliki instrumen yang komplit untuk mendukung cita-cita dalam Pembukaan Batang Tubuh UUD 1945 : mencerdaskan kehidupan bangsa.
Secara garis besar, pendidikan didukung 3 instumen : guru, siswa dan institusi. Guru, dalam perjalanan pendidikan menjadi penting. Jika menggunakan metode pembelajaran lama, guru akan menjadi spoonfeeder bagi siswa. Aktivitas pembelajaran hanya bisa dilakukan jika guru ada dan menyiapkan semua kebutuhan siswa selama proses pembelajaran. Namun berbeda dengan metode pembelajaran terbaru yang akan dibahas dibagian lain. Kedua adalah siswa. Sudah jelas proses pendidikan membutuhkan siswa karena yang menjadi target pendidikan. Ketiga adalah institusi. Pendidikan membutuhkan satuan institusi yang jelas untuk pembentukan sistem pendidikan. Sistem pendidikan yang tepat akan semakin mempermudah proses pembelajaran.

Cita-cita luhur bangsa Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa itu diamini lalu didukung dengan banyak pihak. Lalu kemudian muncullah banyak institusi pendidikan, sejak pendidikan pra-sekolah hingga perguruan tinggi. Muncul pula banyak lulusan guru yang subjektifnya akan menjadi guru yang berpartisipasi mencerdaskan kehidupan bangsa. Jumlah penduduk Indonesia yang meraksasa walau sudah ada program Keluarga Berencana, menjadi penyuplai sumber siswa untuk para guru. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maksimalisasi Trilogi Lingkungan Pendidikan

Maksimalisasi Trilogi Lingkungan Pendidikan Nominasi Essay Competition FORDISTA IAIN Surakarta 2017 Pendidikan menjadi salah satu pembahasan manusia di kehidupan sehari-hari. Di Indonesia digagas beberapa program kerja untuk memenuhi salah satu cita-cita bangsa Indonesia dalam pembukaan UUD 1945 : mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan pendidikan menurut UU No.20 Tahun 2003 “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu , cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Melihat fenomena sekarang, anak muda yang menjadi refleksi hasil pendidikan ring 1 banyak yang melukai jati diri pendidikan dengan sendirinya. Dalam tribunnews.com edisi Senin, 24 Maret 2014 disebu...

SANG PENANDAI

 Hy, sudah lama ya kita tak berkisah?  Kania makin sibuk aja ya? Tidak papa, memang Kania harus sibuk. Kenapa ? karna tak ada yang lebih melelahkan ketika diam saja tanpa sesuatu yang membuat dirinya pusing tujuh keliling dan berpeluh. Kania sudah menjalani hampir satu semester perkuliahan masternya. Kania apa jadi ke Norwegia seperti angannya ?  Tidak. Kania melanjutkan pengasuhan Langit untuk hari-harinya. Selepas masa masa sulit itu, Kania dengan segala usahanya meyakinkan jalan hidupnya untuk meneruskan pengasuhan Langit dengan penuh kesadaran diri . Kania mendapatkan energinya dari sebuah cerita lama yang diceritakan di novel penulis favoritnya.  Sudah lama, novel itu menjadi penghuni rak bukunya. Ia sudah pernah membacanya di awal waku, namun saat ia membacanya belum ada suatu hikmah yang menyurati dirinya. Ya sekedar membaca saja seperti biasa pengisi waktu senggang. Novel yang menceritakan kisah cinta. Memang, tapi bukan itu highlightnya. Di pembacaan kedua, ...