Langsung ke konten utama

Postingan

Kania Tidak Baik Baik Saja

  Kania tak pernah mengerti, bagaimana kekuatannya untuk mengakui perasaan ini. Ini entah kekuatan dari mana, Kania tak pernah ingin meninggalkan Langit serta merta. Langit adalah karya cinta Kania. Langit adalah hal tinggi yang Kania miliki. Langit adalah representasi mimpi Kania sejak pertama lingkaran itu dibuat. Langit bukan anak Kania seutuhnya. Langit anak sekian manusia yang awalnya memiliki persetujuan yang sama. Hingga akhirnya suatu hari terjadi Di akhir 2019, Langit hampir terkoyak mati. Antara ada dan tiada, semua menepi. Kania pun hamper begitu. Kania tak berani juga meneruskan pengasuhan Langit sendiri. Kania hanya baru bisa mengangankan bagaimana konsep pengasuhan Langit kedepan. Bagaimana Langit akan tumbuh berkembang, bagaimana Langit mengeja kata pertamanya dalam hitungan angka, bagaimana Langit dikenal banyak orang. Kania tapi tidak mengerti, bagaimana menghidupi Langit dari semua kebutuhannya dari hulu dan hilir. Pada perbincangan sore itu, Langit harus teta...

KAU TETAP RATU DI DUNIA KECILMU

  Hallo dunia, saat semua tak baik baik saja, rupanya kita tetap harus berjalan sediakala. Seperti kayuhan sepeda, agar tak jatuh, tugasnya tetap harus mengayuh hingga akhirnya kita bisa mencapai jarak yang jauh. Saat ini, di usia yang hampir seperempat abad, di tengah badai pandemi, banyak hal yang memang harus kita pelajari. Selain kita harus belajar menjadi dewasa, kita juga kan mendapatkan kesempatan belajar untuk mengolah daya tahan kita terhadap keadaan yang tak kita inginkan. Bahkan tak hanya kita, seluruh dunia rupanya. Kita semakin kesepian bukan ? tapi itu rasa-rasa yang wajar. Hingga banyak dari kita menisbahkan menyegerakan mencari pasangan adalah jawaban. Apa benar ? mungkin itu hanya rayuan, halu halu belaka, ngebucin karena linimasa penuh dengan konten couple halal para selebgram. Terlebih ketika circle kita satu per satu pamit, graduasi kesendiriannya. Sedang kita masih sibuk menata diri, menata hati, menata ruhani, juga menata finansi. Apa salah jika menyegerakan...

Pemenang yang sabar

Ini sudah syawal kesekian. Setelah dirasa cukup besar, bulan Syawal b agi sebagian orang akan menjadi teror yang sedikit mengganggu tarikan nafasnya. Ya bagi sebagian orang sih, tidak semuanya. Dari sekian dikit orang itu, mungkin Kania salah satunya. Mengapa sebab ? bukan. Bukan seperti benakmu yang ada banyak list pertanyaan “Kapan”. Keresahan Kania bukan muasal dari kapan yang sama dipertanyakan dengan yang lain. Kania meresahkan betapa membosankannya jika lebaran, pertemuan demi pertemuannya hanya diisi dengan percakapan jemu. Uluk salam, salaman, tanya kabar, pertanyaan kapan, selebihnya dipenuhi saling merunduk main gawai, atau sibuk mengunyah kudapan. Satu dua tiga mungkin asik, namun lama-lama tak bakal lebih dari seputar membahas saudara satu dengan yang lain, mengupas tuntas masalah keluarga yang harusnya sudah tak pantas lagi dibahas di pertemuan nan fitri itu, mengampuni kebiasaan ibu-ibu bahkan bapak-bapak juga kadang ketika forum sudah jadi satu. Kania yakin, tak akan...

Novel Yang Tak Berlaku Untuknya

  Sedari tadi, Kania hanya memainkan gawainya menunggu ibun selesai belanja. Kania malas mondar-mandir mengikuti ibun untuk memilih belanjaan. Kania melihat beranda sebuah exchange program di negara idamannya. Kania membayangkan ia menyelesaikan semacam short course di benua Biru, mengenakan selempang khas berwarna biru langit yang menutupi sepertiga badannya, menyunggingkan senyum ke kamera, menyapa ayah ibun yang di rumah. Kania membayangkan telah menyelesaikan short course tentang Sustainable Entrepreneurship program dari Orange Institute di Belanda. Kania membayangkan dirinya akan sebesar itu suatu waktu. Menembus kemana saja yang Kania mau, menjelajahi kelas-kelas yang Kania inginkan, belajar dan terus belajar menggenapkan fantasinya seperti di novel-novel yang Kania baca semasa SMA. Syndromnya setiap waktu adalah Kania menjadi putri untuk dunianya sendiri. Kadang itu hal yang membuatnya menangis, tersengal-sengal namun dari harapannya itulah, Kania menyingsingkan segenap us...

Cinta adalah kata kerja

 Mari kita eja Seluruh kata yang bermuara pada cinta.  Dimana cinta adalah kata kerja.  -Melindungi yang lemah, memberi yang papa Mendorong yang lunglai, mengisi yang kurang Mengangkat yang rendah, meneduhkan yang ranggas Menggamit yang renggang, mendarmabaktikan diri.  Seperti timpa air yang jatuh di atas pualam batu, mengalir ia jauh Tak menggenang, riaknya memberi manfaat, gelombangnya menyediakan hajat Sesuai fitrah TuhanNya, air yang mengalir itu sedang mengabarkan ayat kauni Bahwa ia sedang mencintai = = = Kania ga pernah tau, sejak kapan getar itu membaluti seluruh raga dan pikirnya. Ia hanya tahu sebenarnya ia telah memikirkan jauh sebelum intensitas dirinya bersama partnernya lebih sering seperti saat-saat itu. Kania yang sedang menemani Langit bermain, memandang jauh ke belakang. Ayah Langit adalah orang yang pernah masuk dalam daftar orang paling menyebalkan dalam hidupnya. Kania ingin, lari dari segala hal yang membuatnya bermuamalah lagi dengan ayah Lang...

Bersamamu di Jalan Dakwah Berliku

  Merajut Asa, Menggapai Semesta, Bersama Dakwah *tugasngaji              Dalam menjalani hidup, seseorang butuh seorang idola. Idola tersebut pastinya seseorang yang memiliki nilai untuk dianut bagi orang lain. Seperti menjelajahi perjalanan yang panjang, kita lazim akan menggunakan peta sebagai petunjuknya. Idola dalam kehidupan kita itulah orang yang akan menjadi peta hidup kita di dunia. Rasulullah SAW telah cukup menjadi pesona kita dalam menjalani kehidupan. Pesona Rasullah Allah SWT sempurnakan dengan kesempurnaan lahir dan batin. Rasa syukur haruslah kita asah, karena terlahir menjadi salah satu umat Rasulullah SAW, yang kelak akan dinaungin syafaat di yaumul hisab.             Selain karena kesempurnaan perangainya, kita menjadi umat Rasulullah SAW lebih ditekankan pada kewajiban menunaikan ajarannya. Seorang Rasul diutus masing-masing membawa misi mulia...

Metafor Terbaik

Sore itu hujan lebat. Angin sedikit membersamainya. Orang-orang segera menamcapkan gasnya agar segera sampai tujuannya, sebagian yang tak membawa jas hujan menuduh sambil mendekapkan tangan menebus dingin. Entah bagaimana kerja musim-musim seperti yang diajarkan di buku IPA, tahun lalu cuaca tidak terduga. Suka hujan tiba-tiba dan deras, kadang panas sangat menyengat membuat kulit melegam. Pada saat orang-orang sedang memacu lajunya, ku tutup rolling door. Angin membuat tampias kesana kemari. Di petak ruang berukuran tak lebih dari 2 x 3 meter, aku ingat saat membeli alasnya, aku berdiam diri di situ menunggu hujan reda. Jika saja tak berangin, pintu masih ku biarkan sedikit terbuka, akan ku nikmati pemandangan parit kecil seberang jalan yang meluap. Genangannya yang lancar membuat tumpukan sampah sebelumnya hanyut seperti kapal. Anak-anak di luar bermain air, berkecipak seru. Tapi, karena tampiasnya masuk ku tutup rapat-rapat. Tiba-tiba gelap. Cahaya meredup. Hanya terang bohlam put...